Bandung, 30 Agustus 2026 — Sebanyak 287 peserta menghadiri acara SHPE yang diselenggarakan di Kota Bandung. Dengan penuh semangat, para peserta meluangkan waktu untuk belajar, memperluas wawasan, dan memahami cara mengelola aset secara lebih bijak serta penuh keberkahan.


Acara ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas emas sebagai aset bernilai, tetapi juga mengajak peserta membangun kesadaran finansial, menyiapkan masa depan, dan merencanakan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dengan penuh keberkahan.


Tiga Pemateri, Tiga Perspektif Berharga


Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Nasrullah, CEO PT Dinar Khoirur Rooziqiin Indonesia, beliau sangat tegas menyampaikan materi yang penuh dengan keberkahan.


Para peserta diajak memahami bahwa hasil besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Seperti bertani, membangun aset juga membutuhkan benih, kesabaran, perawatan, dan waktu hingga akhirnya dapat memberikan manfaat pada masa depan.


Sesi berikutnya disampaikan oleh Bapak Abuss Alhalimi, COO PT Dinar Khoirur Rooziqiin Indonesia, penuh dengan semanagat yang membara.


Beliau mengajak peserta mempelajari strategi panen emas, membangun “Pohon Emas”, serta memahami berbagai studi kasus pengelolaan aset. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa masa pensiun yang lebih tenang perlu dipersiapkan sejak dini melalui perencanaan, kedisiplinan, dan pemilihan aset yang tepat.

Materi ketiga disampaikan oleh Kang Asdin Al Mufiid, Head of Marketing Division PT Dinar Khoirur Rooziqiin Indonesia. 


Melalui materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen pengelolaan aset dan alasan emas layak dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Peserta juga diajak mengenal DinarKR sebagai emas 24 karat dengan kadar 999,9 yang dapat digunakan untuk membantu menjaga nilai aset.

Belajar Bersama dalam Semangat Kebersamaan.

Seminar Hybrid Panen Emas di Bandung bukan hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan tentang emas. Acara ini juga menjadi pengingat bahwa setiap keluarga perlu mempersiapkan masa depannya dengan ilmu, perencanaan, dan ikhtiar yang baik.

Di tengah perubahan nilai uang dan berbagai ketidakpastian ekonomi, emas telah lama dikenal sebagai salah satu aset yang dapat membantu menjaga nilai kekayaan. Namun, memiliki emas bukan sekadar tentang berapa banyak yang mampu dikumpulkan. Hal yang lebih penting adalah tujuan yang menyertainya: melindungi keluarga, mempersiapkan pendidikan anak, merencanakan ibadah, menghadapi masa pensiun, dan meninggalkan kebaikan bagi generasi berikutnya.

Melalui semangat Magnet Rezeki, para peserta diajak untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan harta, tetapi juga belajar mengelolanya dengan penuh tanggung jawab dan keberkahan.



Sebanyak 284 peserta yang hadir di Bandung telah menanam satu benih penting: ilmu. Dari benih ilmu itulah diharapkan tumbuh kebiasaan baik, perencanaan yang kuat, serta “Pohon Emas” yang kelak memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan banyak orang.

Sebab masa depan yang baik tidak hanya ditunggu, tetapi dipersiapkan. Dan setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil yang dilakukan hari ini dan akan ada keberkahan di setiap pergerakan yang baik.

Simpan, Amankan, Muliakan.